Wadah tukar gagasan, pengarsipan sejarah, serta pemikiran perempuan untuk pembangunan bangsa.
Kartini Indonesia adalah komunitas para cerdik pandai dalam wadah tukar gagasan tentang permasalahan pergerakan perempuan Indonesia, sosial, budaya, ekonomi dan politik kebangsaan. Tujuan berdirinya Kartini Indonesia adalah menjembatani antara gap permasalahan dengan cita-cita pergerakan perempuan Indonesia melalui kegiatan kajian, analisa sosial, riset, lokakarya dan kampanye dan pemberdayaan Masyarakat.
Untuk menjalankan aktifitasnya, Kartini Indonesia menjalin kemitraan dengan petanhelic antara lain pemerintah RI, Organisasi Sosial Kemasyarakatan, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi dan Media Massa.
Dr. Susianah Affandy, M.Si
Memuat artikel gagasan...
Tokoh Perempuan
Ibu Maria Ulfa adalah Tokoh Perempuan, Ketua Kowani dari Keluarga Muhammadiyah. Pernah menjabat sebagai Menteri Sosial dan menjadi Menteri Perempuan Pertama di Indonesia. Ketika Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dibentuk pasca-kemerdekaan pada Februari 1946, Maria Ulfah ditunjuk sebagai ketua sekretariat. Ia kemudian tercatat memimpin organisasi ini dalam periode yang panjang hingga tahun 1964
KOWANI
Ketua Umum KOWANI, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada para peserta Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERRA) ke-3 pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi para peserta dalam mendukung penguatan ketahanan kesehatan Indonesia...
Ketua Umum KOWANI, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada para peserta Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERRA) ke-3 pada Jumat, 23 Oktober 2026. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi para peserta dalam mendukung penguatan ketahanan kesehatan Indonesia.
KOWANI berharap momentum ini dapat mendorong kolaborasi dan semangat bersama dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan Tangguh.
The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework : Man, Money, Material, Machine, and Methods”, berlangsung selama 21-23 Oktober 2026. Forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) ini mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan militer dan sipil, akademisi, serta pakar internasional untuk membahas strategi penguatan ketahanan kesehatan Indonesia secara terintegrasi.
SIERA 2026 menghadirkan simposium, diskusi ilmiah, dan workshop yang membahas berbagai isu strategis, termasuk kebijakan kesehatan berbasis bukti, kesiapsiagaan layanan medis dalam situasi bencana, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Pembukaan SIERA 2026 yang bertempat di Grand Hermina Ballroom, Jakarta diresmikan oleh sejumlah tokoh di bidang ketahanan kesehatan, antara lain Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mayjen (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito yang hadir secara langsung, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar dan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus yang menyampaikan sambutan melalui video.
Pembukaan juga dibuka dengan sejumlah paparan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Tahun 2024 Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, Profesor Kardiologi di University College London (UCL) Prof. John Deanfield, Direktur Kesehatan, Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Ketua PERTASINDO Mayjen TNI (Purn.) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nannie Hadi Tjahjanto, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Laksda TNI Dr. Buddy Susetyo bersama para pakar kesehatan militer dan sipil lainnya.